Menu
Peternak Info

Peluang Besar Beternak Ayam Kampung

Modal Membangun Peternakan Ayam Kampung Relatif Kecil

Ternak Ayam Kampung Menjanjikan Untung Besar

Beberapa waktu belakangan ini, bisnis ternak ayam kampung menjadi salah satu usaha yang menjanjikan. Setiap tahun permintaan daging ayam kampung semakin mengalami peningkatan. Hal ini karena semakin banyaknya rumah makan yang berjualan menu olahan ayam kampung. Harga ayam kampung relative lebih stabil jika dibandingkan dengan harga ayam broiler. Bahkan dari segi harga karkasnya.


Daging ayam kampung memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan daging ayam broiler. Banyak yang beranggapan jika daging ayam kampung lebih sehat dibandingkan daging ayam potong pedagin. Tentunya hal tersebut juga mempengaruhi harga ayam kampung di pasaran. Bahkan beberapa peternak ayam boiler mulai beralih beternak ayam kampung dikarenakan selisih harganya yang cukup besar.


Modal awal memulai membangun peternakan ayam kampung relatif lebih rendah. Beternak ayam kampung dapat dimulai dari pekarangan rumah kita sendiri. Sebagai permulaan kita dapat memelihara ayam kampung pada kandang dengan kapasitas 300 ekor. Ini untuk peternak pemula. Kita juga bisa memasarkan sendiri ayam peliharaan kita ke konsumen akhir seperti rumah makan dan warung-warung pinggir jalan. Tentu saja keuntungannya lebih menjanjikan.


Beternak ayam kampung juga bisa menjadi bisnis sampingan. Kita cukup memberikan pakan dua kali sehari. Bahkan beberapa peternak hanya memberikan pakan satu kali sehari. Tentu saja jumlah pakan tetap sesuai dengan kebutuhan harian dari ayam kampung yang dipelihara. Sehingga membutuhkan wadah pakan yang lebih besar.


Untuk peternak pemula dengan modal awal 300 ekor ayam kampung, bisa balik modal kurang lebih dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun. Untuk meminimalisir kematian akibat penyakit, maka perlu adanya vaksinasi pada ayam kampung peliharaan kita. Hal ini dapat meminimalisir kerugian sehingga kita bisa lebih cepat balik modal. Bahkan mungkin saja kita bisa balik modal dalam waktu kurang dari satu tahun.


Pemasaran ayam kampung cukup luas. Selain dijual ke konsumen langsung, kita juga dapat menjualnya kepada pedagang ayam potong di pasar. Tentu saja keuntungan terbesar adalah jika peternak dapat menjualnya kepada konsumen akhir secara langsung. Ada banyak olahan ayam kampung yang dapat menjadi pilihan penjualan. Kita dapat memanfaatkan jejaring social maupun aplikasi penjualan online untuk menawarkan kepada konsumen.


Pada dasarnya, ayam kampung mimiliki pasar dan peminatnya sendiri jika dibandingkan dengan ayam potong atau ayam broiler. Mereka memiliki anggapan bahwa daging ayam kampung lebih enak dan menyehatkan. Daging ayam kampung relatif lebih rendah kolesterol. Perpaduan antara peminat tersendiri dengan keunggulan nutrisi daging ayam kampung ini ternyata dapat mendongkrak dan menstabilkan harganya di pasaran.


Bahkan saat pandemi Covid-19 saat ini, harga daging ayam kampung cenderung setabil. Permintaan daging ayam kampung di pasaran juga semakin meningkat saja. Hal ini tentunya sangat menguntungkan. Gaya hidup masyarakat mulai berubah, mereka ingin lebih sehat saat ini. Jelas sekali bahwa saat ini beternak ayam kampung adalah salah satu bisnis yang menjanjikan dengan modal yang relative lebih kecil.


Kita dapat memperoleh DOC ayam kampung dari penetasan. Kemudian kita dapat menggunakan pakan yang sama dengan pakan ayam potong atau ayam broiler. Memang harga pakan ini cukup tinggi. Kita dapat sedikit menurunkannya dengan sistem ransum pakan racikan sendiri. Kita dapat mencampurkan jagung, bekatul, hingga sisa makanan yang tebuang.


Tidak ada komentar