Langkah-langkah Memulai Beternak Ayam Petelur untuk Pemula
Membangun peternakan ayam petelur sangat memerlukan kehati-hatian. Apa lagi untuk pemula, harus sangat hati-hati untuk meminimalisir kerugian yang bisa saja ditimbulkan. Kita harus memperhatikan aspek lingkungan dan kondisi dari bibit ayam petelur yang akan digunakan. Jangan sampai ada langkah yang terlewatkan untuk menurunkan resiko kegagalan. Meminimalisir resiko kegagalan berarti juga meminimalisir kerugian.
Saat ini berbisnis ternak ayam petelur adalah salah satu pilihan yang tepat. Keuntungan yang dijanjikan cukup menggiurkan. Dari segi bisnis berpeluang besar menghasilkan keuntungan yang besar dengan resiko kerugian yang kecil. Untuk mengurangi resiko kegagalan anda harus menyimak cara beternak ayam petelur yang telah dirangkum ini. Ada banyak informasi dari berbagai sumber yang telah dirangkum dan disatukan disini.
Untuk langkah awal kita perlu menyiapkan perencanaan bisnis ternak ayam petelur. Hal ini agar resiko yang dihadapi bisa diturunkan. Perbanyak informasi dan referensi mengenai bisnis ini. Darimana dan berapa modalnya, kemana pemasaran telur nantinya. Kita harus mengetahuinya sebelum memulai segalanya. Ini untuk memudahkan kita saat memantau perkembangan bisnis yang kita jalankan.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan lokasi peternakan ayam petelur. Lokasi pembangunan kadang adalah pondasi utama yang tidak boleh terlewatkan. Pemilihan lokasi harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan kandang. Sebaiknya pilih lokasi yang dekat dengan sumber air. Setidaknya mudah untuk mendapatkan air bersih. Namun lokasinya tidak boleh terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, karena budidaya ayam peterlur sangat berpotensi menimbulkan bau yang menyengat. Pilih lokasi yang jauh dari pemukiman untuk menghindari protes dari warga sekitar.
Selain bau kotoran ayam yang menyengat, resiko penularan penyakit antar manusia juga tinggi. Selain itu ada kemungkinan ayam mengalami setres dan tidak optimal produksi telurnya jika kondisi lingkungan terlalu berisi. Meski jauh dari pemukiman warga, kita juga harus memilih lokasi peternakan ayam petelur ini yang mudah dijangkau oleh kendaraan. Hal ini untuk memudahkan kita dalam melakukan perawatan kandang. Jika sudah sesuai maka sebaiknya lokasi ini dijadikan lokasi yang menetap, jangan berpindah-pindah. Kecuali jika memang kondisinya sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan kita.
Setelah menemukan lokasi peternakan ayam petelur, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis kandang. Pada umumnya ada dua jenis kandang ayam petelur yang digunakan di Indonesia. Dua jenis kandang tersebut adalah kandang umbaran dan kandang baterai. Kandang umbaran biasanya memiliki ukuran yang besar. Disana peternak dapat memasukkan ayamnya bercampur dalam satu kandang. Setrukturnya sederhana dan pembangunannya lebih hemat. Kandang baterai menjanjikan kemudahan dalam pengumpulan telur dan pembersihan kandang. Telur juga lebih bersih serta tidak tersembunyi. Sehingga kandang jenis ini sebernarnya lebih cocok digunakan untuk beternak ayam petelur, apa lagi yang masih pemula. Namun perlu diperhatikan juga jumlah ayam yang dipelihara, karena jika terlalu banyak jenis kandang ini juga kurang efisien karenan memakan tempat yang besar.
Langkah selanjutnya adalah memilih bibit ayam petelur yang baik. Ada dua jenis bibit ayam yang dikembangkan di Indonesia, yaiut ayam petelur puth dan ayam petelur coklat / merah. Biasanya ayam petelur putih memiliki bulu putih dan warna telurnya juga putih kecoklatan. Bobot dewasa biasanya sekitar 1,7 kg. Sedang ayam petelur cokelat / merah memiliki warna bulu dan telur sesuai dengan namanya. Bobot dewasa biasanya sekitar 2,1 kg. Selain jenis dari bibit ayam yang dipili, kondisi kesehatan dari bibit ayam juga perlu diperhatikan. Bibit tidak boleh cacat, bulunya harus menutup rata. Pertumbuhan bibit juga harus normal.
Yang harus diperhatikan selanjutnya adalah pemberian pakan ayam petelur. Ayam biasanya diberi berbagai jenis makanan. Semua makanan tersebut memiliki kelebihan dan fungsinya masing-masing. Pada dasarnya pakan ayam petelur harus memiliki kandungan protein, karbohidrat, kalsium, mineral serta vitamin. Pemberian pakannya harus cukup. Kecukupan pakan dapat mempengarungi produktivitas telur.
Jangan lupa lakukan vaksinasi pada ayam petelur. Ini merupakan langkah agar nutrisi serta vitamin untuk ayam tetap terjaga. Selain itu juga membantu ayam agar memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga tidak mudah diserang penyakit. Pemberian vaksin dapat dilakukang dengan mencampurkan pada pakan maupun dengan disuntikkan. Sebaiknya lakukan pengecekan kesehatan secara berkala.
Selanjutnya untuk menjaga kesehatan ayam petelur, kita juga harus memperhatikan kebersihan kandang. Jika kandang tidak terjaga kebersihannya akan berpotensi membawa bibit penyakit dan baut tidak sedap. Beberapa peternak menyiasati pembersihan kandang ayam dengan cara membangunya di atas kolam. Biasanya yang dipilih adalah kolam ikan lele. Namun jika jumlah ikan lele dengan banyaknya kotoran ayam tidak sesuai makam dapat menimbulkan masalah baru. Kolam ikan yang kotor bisa menyebabkan adanya banyak nyamuk. Keberadaan nyamuk ini juga berbahaya bagi ayam petelur.
Tidak ada komentar